Terkait Kasus Penganiayaan Sukarelawan Ganjar Mahfud, Ini Komentar PSI

- 3 Januari 2024, 06:45 WIB
Grace Natalie/ Twitter
Grace Natalie/ Twitter /

KABARMEGAPOLITAN.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, menyerukan kepada seluruh kontestan Pemilu 2024 untuk bersama-sama membangun narasi damai di tingkat elit politik.

Tujuannya adalah agar terhindar dari potensi kekerasan di masyarakat.

Grace menyatakan bahwa menjaga narasi sangat penting, terutama jika narasi yang disampaikan oleh pasangan calon terkesan keras dan memberikan kesan ketidakadilan.

Strategi semacam itu, menurutnya, dapat diartikan sebagai bentuk kemarahan dan pembalasan di kalangan masyarakat.

"Makanya penting banget, para paslon itu menjaga narasi. Karena kalau di atas aja narasinya sudah keras, seolah-olah menyiratkan ada perlakuan yang tidak adil, itu kan narasi-narasi yang dimainkan oleh sejumlah calon ya, ke bawahnya akan bisa diartikan menjadi bentuk kemarahan pembalasan dan sebagainya," kata Grace kepada wartawan di Tangerang Banten, Selasa, 2 Januari 2024.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Petani, Prabowo-Gibran Bertekad Wujudkan Swasembada Pangan di Indonesia

Dalam Koalisi Indonesia Maju, Grace menegaskan bahwa partai koalisi sepakat untuk tidak mengadopsi narasi yang dapat menciptakan perpecahan dan pandangan negatif terhadap pasangan calon lainnya.

Mereka berkomitmen untuk menciptakan keutuhan persatuan tanpa memecah belah masyarakat.

"Kami khawatirkan kalau terus-menerus para pasangan ini menggunakan narasi-narisi negatif dan sangat agresif, nanti aksi-aksi demikian itu akan akan bisa terjadi lagi, terulang lagi di bawah di akar rumput," katanya.

Grace mengkhawatirkan bahwa penggunaan narasi negatif dan agresif oleh para pasangan calon dapat menyebabkan terulangnya aksi kekerasan di tingkat akar rumput.

Oleh karena itu, ia mengimbau agar para calon tidak mendramatisir suasana dengan merasa dizalimi atau menuding adanya kecurangan terstruktur masif.

Baca Juga: Jenderal (Purn) Andika Perkasa Menilai Ada Masalah dalam Penanganan Kasus Korban Penganiayaan Relawan Ganjar

Lebih lanjut, Grace memahami bahwa masyarakat di tingkat akar rumput mungkin tidak sepenuhnya memahami isu-isu politik dan cenderung memendam kemarahan dalam jangka waktu lama jika terus diterpa oleh narasi negatif.

Komentarnya ini sebagai tanggapan terhadap kasus penganiayaan terhadap sukarelawan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD oleh oknum TNI.

Dalam konteks ini, pihak militer telah menetapkan enam oknum TNI sebagai pelaku penganiayaan dan memastikan bahwa proses hukum terhadap mereka akan berjalan secara independen.***

Editor: Yuliansyah

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah